Sejarah Kecamatan Kota - Kota Kediri


Sejarah Kecamatan Kota Kediri tidak bisa dipisahkan dari sejarah Kota Kediri itu sendiri yang berakar dari Kerajaan Kediri (Daha) abad ke-11 Masehi, pusat pemerintahan Panjalu, yang kemudian jatuh ke tangan VOC dan menjadi bagian dari wilayah kolonial Belanda hingga kemerdekaan, lalu ditetapkan menjadi pemerintah daerah kota tahun 1950, dengan Kecamatan Kota menjadi jantung kota yang menjadi pusat sejarah, pemerintahan, dan ekonomi sejak masa kerajaan hingga kini berkembang menjadi pusat industri seperti rokok dan tahu, mencerminkan transformasi dari pusat kerajaan kuno menjadi kota modern yang dinamis. 
Masa Kerajaan (Daha)
  • Awal Mula: Kediri (Daha) menjadi pusat pemerintahan setelah Airlangga memindahkan pusat kerajaannya dari Kahuripan, menjadi ibu kota Kerajaan Panjalu (Kediri).
  • Masa Keemasan: Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Jayabaya.
  • Keruntuhan: Kekuasaan Kerajaan Kediri berakhir setelah diserang oleh Ken Arok dari Tumapel (Singasari) pada tahun 1222 Masehi.
  • Masa Kekuasaan Baru: Setelah Singasari, Kediri menjadi wilayah kekuasaan raja-raja bawahan di bawah Singasari, Majapahit, Demak, hingga Mataram. 
Masa Kolonialisme Belanda
  • Jatuh ke Tangan VOC: Kediri jatuh ke tangan VOC sebagai akibat dari Geger Pecinan dan pemberontakan Cakraningrat IV, menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Belanda hingga masa kemerdekaan.
  • Pusat Ekonomi: Masa ini, Kediri menjadi pusat produksi gula dan industri rokok, dengan Gudang Garam berdiri di sini. 
Masa Pemerintahan Modern
  • Pendirian Pemerintah Kota: Kota Kediri berdiri sebagai pemerintah daerah berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 1950, dengan hari lahir 27 Juli 879 Masehi.
  • Struktur Administratif: Kota Kediri dibagi menjadi tiga kecamatan: Mojoroto, Kota, dan Pesantren.
  • Kecamatan Kota sebagai Jantung: Kecamatan Kota menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, dan budaya, serta mencakup wilayah yang kaya sejarah, seperti Kelurahan Semampir yang dulunya pusat ekonomi kuno dan menjadi lokalisasi di masa lalu, kini menjadi kawasan penting dengan kantor pusat Gudang Garam. 
Warisan dan Perkembangan
  • Kota Tahu dan Rokok: Kediri dikenal sebagai "Kota Tahu" karena industri tahu yang berkembang pesat sejak tahun 1912, selain menjadi pusat industri rokok kretek Gudang Garam.
  • Sungai Brantas: Sungai Brantas membelah kota menjadi wilayah barat (Mojoroto) dan timur (Kota & Pesantren).